|
|
|
|
LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NU KABUPATEN BATANG
DIKTAT BAHASA INDONESIA
KELAS 7
Semester II
Oleh
Sobirin,S.E.
MTs. DAARUL
ISHLAH BANDAR
Jalan Puncak Km.4 Tombo, Kec. Bandar, Kab. Batang
2017
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT,
berkat rahmat dan karunia-Nya, Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan
kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.
Diktat Bahasa Indonesia kelas 7 semester II ini dimaksudkan untuk mempermudah
proses pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 di MTs. Daarul Ishlah Bandar.
Dengan diktat ini kami berharap siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran
sehingga pada akhirnya mereka akan dapat mencapai ketuntasan belajarnya.
Kami berharap kepada para peserta didik untuk dapat manfaatkanlah diktat
ini sebaik-baiknya. Namun, kami menyadari bahwa diktat ini masih perlu
ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai pihak
sangat kami harapkan.
Penulis
DAFTAR ISI
Contents
STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR BAHASA INDONESIA KELAS 7 SEMESTER II
|
Standar
Kompetensi
|
Kompetensi Dasar
|
Indikator
Pencapaian Kompetensi
|
|
Mendengarkan
9. Memahami wacana lisan dalam kegiatan wawancara
|
9.1 Menyimpulkan
pikiran, pendapat, dan gagasan seorang tokoh/narasum-ber yang disampaikan
dalam wawancara
|
·
Mampu menyimpulkan pikiran, pendapat,
dan gagasan narasumber
·
Mampu menuliskan informasi yang
diperoleh dari wawancara yang didengarkan ke dalam beberapa kalimat singkat
|
|
9.2 Menuliskan
dengan singkat hal-hal penting yang dikemukakan narasumber dalam wawancara
|
· Mampu
mendata hal-hal penting dari narasumber yang diwawancarai
· Mampu
menuliskan hal-hal penting yang
dikemukakan narasumber dari suatu wawancara
|
|
|
Berbicara
10.
Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman melalui kegiatan
menanggapi cerita dan telepon
|
10.1
Menceritakan tokoh idola dengan mengemu-kakan identitas tokoh, keunggulan,
dan alasan
mengidolakannya dengan pilihan kata yang sesuai
|
· Mampu mengemukakan
identitas tokoh
·
Mampu menentukan keunggulan tokoh
dengan argumen yang tepat
·
Mampu menceritakan tokoh dengan
pedoman kelengkapan identitas tokoh
|
|
10.2 Bertelepon dengan kalimat yang efektif dan
bahasa yang santun
|
·
Mampu menulis materi bertelepon
sesui konteks
· Mampu
bertelepon dengan berbagai mitra bicara sesuai dengan konteks
|
|
|
Membaca
11.
Memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai
|
11.1
Mengung-kapkan hal-hal yang dapat diteladani dari Buku biografi yang dibaca secara intensif
|
·
Mampu menyarikan riwayat hidup tokoh
·
Mampu mendata keistimewaan tokoh
·
Mampu mendata hal-hal yang dapat diteladani
|
|
11.2 Menemukan
gagasan utama dalam teks yang dibaca
|
·
Mampu menunjukkan letak kalimat utama
dalam suatu paragraf pada teks bacaan
·
Mampu mengungkapkan gagasan utama/ide
pokok dalam setiap paragraf pada suatu teks bacaan
|
|
|
|
11. 3
Menemukan informasi secara cepat dari tabel/diagram yang dibaca
|
·
Mampu mengenali bagian-bagian
tabel/diagram
·
Mampu menemukan makna/isi tabel/diagram
·
Mampu mengubah tabel/diagram dalam
bentuk uraian
|
|
Menulis
12.
Mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat
|
12.1
Mengubah teks wawancara menjadi
narasi dengan memperhatikan cara penulisan kalimat langsung dan tak langsung
|
·
Mampu mengubah kalimat langsung dalam
wawancara menjadi kalimat tidak langsung
·
Mampu mengubah teks wawancara menjadi
narasi
|
|
12.2 Menulis
pesan singkat sesuai dengan isi dengan menggunakan kalimat efektif dan bahasa
yang santun
|
·
Mampu menulis pokok-pokok pesan yang
akan ditulis
· Mampu
menulis pesan singkat sesuai dengan konteks
|
|
|
Mendengarkan sastra
13.
Memahami pembacaan puisi
|
13.1 Menang-gapi cara
pembacaan puisi
|
·
Mampu mengemukakan cara pelafalan,
intonasi, ekspresi pembaca puisi
·
Mampu memberi tanggapan dengan alasan
yang logis pembacaan puisi yang didengar/disaksikan
|
|
13. 2
Merefleksi isi puisi yang dibacakan
|
·
Mampu menangkap isi puisi seperti
gambaran pengindraan, perasaan, dan pendapat
·
Mampu mengemukakan pesan- pesan puisi
·
Mampu mengaitkan kehidupan dalam puisi
dengan kehidupan nyata siswa
|
|
|
Berbicara sastra
14.
Mengungkapkan tanggapan terhadap pembacaan cerpen
|
14.1 Menanggapi
cara pembacaan cerpen
|
·
Mampu menangkap isi, pesan, dan
suasana cerpen yang didengarkan
·
Mampu mengungkapkan lafal, intonasi,
dan ekspresi pembaca cerpen
·
Mampu menanggapi cara pembacaan
cerpen
|
|
14..2
Menjelaskan hubungan latar suatu cerpen
dengan realitas sosial
|
·
Mampu mendata latar cerpen
·
Mampu mengaitkan latar cerpen dengan
realitas sosial masa kini
|
|
|
Membaca sastra
15.
Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan Diktat cerita anak
|
15.1 Membaca indah
puisi dengan menggunakan irama, volume suara, mimik, kinestik sesuai
denga isi puisi
|
·
Mampu menandai penjedaan dalam puisi yang akan dibacakan
·
Mampu membaca indah puisi
|
|
15.2 Menemukan
realitas kehidupan anak yang terefleksi dalam Diktat cerita anak baik
asli maupun terjemahan
|
·
Mampu menuliskan perilaku, kebiasaan
yang ada dalam Diktat cerita anak
·
Mampu menemukan realitas kehidupan anak yang
terefleksi dalam Diktat cerita anak.
|
|
|
Menulis sastra
16.
Megungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui kegiatan menulis kreatif
puisi
|
16.1 Menulis kreatif puisi berkenaan dengan keindahan
alam
|
· Mampu
menulis larik-larik puisi yang berisi keindahan alam
· Mampu
menulis puisi dengan pilihan kata yang tepat dan rima yang menarik
|
|
16.2 Menulis
kreatif puisi berkenaan dengan peristiwa yang pernah dialami
|
·
Mampu menulis larik-larik puisi
tentang peristiwa yang pernah dialami
·
Mampu menulis puisi dengan pilihan
kata yang tepat dan rima yang menarik
|
BAB
1 MEMAHAMI WACANA LISAN DALAM
KEGIATAN WAWANCARA

Indikator Pembelajaran:
1. Mampu mengidentifikasi pikiran,
pendapat, gagasan seorang tokoh/narasumber yang disampaikan dalam wawancara.
2. Mampu menyimpulkan
pikiran, pendapat, gagasan seorang tokoh/narasumber yang disampaikan dalam
wawancara.
Materi Pokok : Cara menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan
seorang tokoh/narasumber yang disampaikan dalam wawancara
1. Hakikat Pikiran, Pendapat, dan Gagasan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pikiran adalah hasil berpikir
(memikirkan).
Pendapat adalah buah pemikiran atau perkiraan
tentang sesuatu hal (seperti orang, peristiwa). (HOETOMO, 2005)
Ide/gagasan adalah rancangan
yang tersusun di pikiran. Artinya sama dengan cita-cita. Gagasan dalam kajian Filsafat Yunani maupun Filsafat Islam menyangkut suatu gambaran imajinal utuh yang
melintas cepat.. Selama gagasan belum dituangkan menjadi suatu konsep dengan
tulisan maupun gambar yang nyata, maka gagasan masih berada di dalam pikiran. (Anindyarini
& Ningsih, 2008)
Gagasan menyebabkan timbulnya konsep, yang merupakan dasar bagi segala macam pengetahuan, baik sains maupun filsafat.
Sekarang banyak orang percaya bahwa gagasan adalah suatu kekayaan intelektual seperti hak cipta atau paten. (Maryati & Sutopo, 2008)
2. Hakikat Narasumber
Narasumber adalah istilah umum yang merujuk
kepada seseorang, baik mewakili pribadi maupun suatu lembaga, yang memberikan atau mengetahui secara jelas
tentang suatuinformasi, atau menjadi sumber informasi untuk kepentingan
pemberitaan di media massa. Biasanya, informasi yang didapat dari narasumber diperoleh melalui wawancara dengan memintakan pendapatnya
mengenai suatu masalah atau isu yang sedang berkembang. Selain itu, narasumber juga
diperlukan untuk mendukung suatu penelitian. (HOETOMO, 2005)
3. Hakikat Wawancara
Wawancara adalah tanya jawab antara dua orang atau
lebih. Kalimat yang digunakan dalam wawancara merupakan kalimat langsung
Wawancara (bahasa
Inggris: interview)
merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara
narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan
pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai. (Anindyarini & Ningsih, 2008)
Ankur Garg, seorang psikolog menyatakan bahwa
wawancara dapat menjadi alat bantu saat dilakukan oleh pihak yang mempekerjakan
seorang calon/ kandidat untuk suatu posisi, jurnalis, atau orang biasa yang sedang mencari tahu
tentang kepribadian seseorang ataupun mencari informasi. (indonesia, 2016)
Dalam bidang jurnalistik wawancara menjadi
salah satu cara
mendapatkan informasi bahan berita. Wawancara biasanya dilakukan oleh satu atau
dua orang wartawan dengan seseorang atau sekelompok orang yang
menjadi sumber berita. Lazimnya dilakukan atas permintaan atau keinginan
wartawan yang bersangkutan. (indonesia, 2016)
Sedangkan dalam jumpa pers atau konferensi pers, wawancara biasanya dilaksanakan atas
kehendak sumber berita. (indonesia, 2016)
4. Bentuk-bentuk Wawancara
1.
Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita.
2.
Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih dahulu.
4.
Wawancara pribadi.
5.
Wawancara dengan banyak orang.
6.
Wawancara dadakan / mendesak.
Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan mewawancarai seorang,
pejabat, seniman, olahragawan dan sebagainya. (indonesia,
2016)
Sukses tidaknya wawancara selain ditentukan oleh sikap wartawan juga
ditentukan oleh perilaku, penampilan, dan sikap wartawan. Sikap yang baik
biasanya mengundang simpatik dan akan membuat suasana wawancara akan berlangsung
akrab alias komunikatif. Wawancara yang komunikatif dan hidup ikut ditentukan
oleh penguasaan permasalahan dan informasi seputar materi topik pembicaraan
baik oleh nara sumber maupun wartawan. (indonesia, 2016)
5. Jenis-jenis wawancara
Ditinjau dari segi pelaksanaannya, wawancara dibagi menjadi 3 jenis
yaitu:
a. Wawancara bebas
Dalam wawancara bebas, pewawancara bebas menanyakan apa saja kepada
responden, namun harus diperhatikan bahwa pertanyaan itu berhubungan dengan
data-data yang diinginkan. Jika tidak hati-hati, kadang-kadang arah pertanyaan
tidak terkendali.
b. Wawancara terpimpin
Dalam wawancara terpimpin, pewawancara sudah dibekali dengan daftar
pertanyaan yang lengkap dan terinci.
c.
Wawancara bebas terpimpin
Dalam wawancara bebas terpimpin, pewawancara mengombinasikan wawancara
bebas dengan wawancara terpimpin, yang dalam pelaksanaannya pewawancara sudah
membawa pedoman tentang apa-apa yang ditanyakan secara garis besar. (Sapari, 2008)
6. Contoh Teks
Wawancara
Pantai Tulaun terletak di Desa Lalumpe, Minahasa, Sulawesi Utara. Penduduk
desa tersebut mempunyai kebiasaan yang patut diacungi jempol. Mereka
bahu-membahu melindungi keberadaan penyu di Pantai Tulaun. Berikut ini
wawancara antara wartawan Tempo (Agung Rulianto) dengan Kepala Desa Lalumpe
(Danie Kaligis).
Agung Rulianto : "Bagaimana
awal kebiasaan warga desa Anda bermula?"
Danie Kaligis : "Kegiatan ini berawal dari
keprihatinan saya melihat penyu yang bertelur di Pantai Tulaun ditangkap dan
dibunuh warga saya. Telur-telur yang tertimbun pasir digali dan dikuras habis."
Agung Rulianto : "Lalu tindakan
apa yang Anda ambil?"
Danie Kaligis : "Suatu hari saya melihat seorang
warga melintas menenteng penyu lekang yang masih hidup. Saya panggil dia dan
penyu tersebut saya beli Rp50 ribu. Meski di pasar harga penyu bisa dijual
dengan harga lebih mahal, tetapi dia memberikannya juga. Kemudian, penyu itu
saya lepaskan ke laut.Sejak saat itu penduduk yang menangkap penyu ramai-ramai menjual
tangkapannya kepada saya."
Agung Rulianto : "Apakah Anda
melakukan pembelian itu secara terusmenerus?"
Danie Kaligis : "Oh ... tidak, waktu itu sembari
membeli penyu, saya ditemani Petrus Poli, petugas sebuah lembaga swadaya masyarakat.
Saya selalu berkampanye bahwa penyu adalah hewan dilindungi. Mereka yang
menangkap bisa dihukum penjara lima tahun."
Agung Rulianto : "Apa dampak
kampanye Anda?"
Danie Kaligis : "Kampanye itu mengena. Sejak saat
itu, setiap kali ada yang menangka penyu, penduduk melaporkan kepada saya Pantai
Tulaun pun mulai dijauhi para pemburu penyu."
(Sapari, 2008)
7. Hakikat Menyimpulkan isi
wawancara
Di dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia Edisi Revisi tahun 2002, menyimpulkan berarti mengikatkan
hingga menjadi simpul, mengikhtisarkan (menetapkan,menyarikan pendapat dsb)
berdasarkan apa-apa yang diuraikan dalam karangan.
Berdasarkan definisi
di atas, menyimpulkan pikiran, pendapat, gagasan narasumber dalam wawancara dapat
diartikan sebagai kegiatan menetapkan dan menyarikan pendapat narasumber.
INTERNALISASI
1. Peserta didik terbiasa melakukan pengamatan
terlebih dahulu sebelum melakukan suatu hal
2. Peserta didik terbiasa melakukan pengkajian
ulang terhadap segala sesuaatu yang terjadi atau dilakaukan.
REFLEKSI
1.
Manfaat
apakah yang kamu dapatkan setelah mempelajari materi di atas ?
2.
Bagian apakah
yang sulit dipaahami dari materi di atas?
3.
Adakah hambatan yang kalian
temui dalam mempelajari materi di
atas?
4.
Bagian manakah yang kalian
paling suka dari materi di atas?
EVALUASI
I. Pilihlah jawaban a, b, c, atau d
yang paling tepat
1. Buah pemikiran atau
perkiraan tentang sesuatu hal (seperti orang, peristiwa) disebut...
a. Pikiran c. Buah pikiran
b. Pendapat d. Gagasan
2. rancangan yang tersusun di pikiran disebut juga dengan....
a. Pikiran c. Buah pikiran
b. Pendapat d. Gagasan
3.
Seseorang yang
memberikan atau mengetahui secara jelas tentang suatuinformasi, atau menjadi sumber informasi untuk kepentingan
pemberitaan di media massa dinamakan....
a.
Narasumber c. Wawancara
b.
Wartawan d. Komunikasi
4.
Tanya jawab
antara dua orang atau lebih disebut...
a.
Narasumber c. Wawancara
b.
Wartawan d. Komunikasi
5.
Berikut ini
merupakan bentuk-bentuk wawancara, kecuali
...
a.
Wawancara
pribadi, berita, dadakan, kelompok
b.
Wawancara pribadi,
telepon, dadakan, kelompok
c.
Wawancara
pribadi, dengan banyak orang, berita, kelompok
d.
Wawancara
khusus, berita, dadakan, kelompok
6. Sukses tidaknya wawancara selain
ditentukan oleh sikap wartawan juga ditentukan oleh perilaku, dan....
a. Penampilan c. Jabatan
b. Kedudukan d. Pendidikan
7. Pewawancara bebas menanyakan apa
saja kepada responden, termasuk jenis wawancara....
a. Bebas c.
Terpimpin
b. Bebas terpimpin d.
Terbatas
8. Pewawancara sudah dibekali dengan
daftar pertanyaan yang lengkap dan terinci, termasuk jenis wawancara....
a. Bebas c.
Terpimpin
b. Bebas terpimpin d.
Terbatas
III. Jawablah
pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan teks wawancara berikut !
Wawancara berikut merupakan kutipan wawancara antara Eliya (wartawan Ummi) dengan
Bapak Iskan (tokoh ekonomi) yang membahas tentang "bisnis rumahan".
Eliya : “Pak Iskan, kita sudah sering mendengar
istilah bisnis. Akan tetapi, istilah bisnis rumahan kurang begitu dikenal. Apa
sebenarnya itu?”
Bapak Iskan : “Bisnis rumahan adalah bisnis atau
usaha yang dijalankan dari rumah. Mungkin sebagian atau semua kegiatan
dilakukan di luar rumah, tetap pusat kegiatan dijalankan dari rumah.”
Eliya : “Dapatkah ibu rumah tangga menjalankan
bisnis ini?”
Bapak Iskan : “Bisnis rumah ini sangat cocok dengan
ibu rumah tangga. Hal itu disebabkan waktu yang fleksibel. Seorang ibu dapat
membagi waktu antara bisnis dengan urusan rumah tangga. Dengan bisnis rumahan
ini seorang ibu rumah tangga tetap dapat merawat keluarganya dan mendapatkan
penghasilan.”
Eliya : “Maaf, Pak, akan tetapi dapatkah
bisnis rumahan ini menjadi besar, jika dikerjakan setelah pekerjaan merawat
keluarga beres?”
Bapak Iskan : “Kalau bisnis rumahan ini dikerjakan
sebagai bisnis sambilan memang mungkin tidak bisa begitu besar. Akan tetapi,
jika bisnis rumahan ini dikelola secara serius dan dijadikan bisnis utama, bisnis
ini dapat berkembang menjadi sebuah industri yang dapat menghidupi orang
banyak. Banyak kisah sukses perusahaan besar bermula dari sebuah bisnis
rumahan.”
Eliya : “Tadi Bapak menyatakan bahwa
bisnis rumahan sangat cocok untuk ibu rumah tangga. Mengapa demikian?”
Bapak Iskan : “Bisnis rumahan memang sangat cocok
untuk ibu rumah tangga karena dua hal. Pertama, ibu rumah tangga tidak wajib
menghidupi keluarga. Oleh karena itu, ia tidak harus memperoleh hasil. (Anindyarini
& Ningsih, 2008)
1. Tulislah pendapat, gagasan, dan pikiran narasumber
dari wawancara yang telah kalian dengarkan tersebut!
2. Simpulkan pendapat, gagasan, dan pikiran narasumber
tersebut menjadi sebuah kesimpulan isi wawancara!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar